jump to navigation

Dengan Limbah Nanas Terbang Ke Goergia Maret 10, 2010

Posted by Desa Sima in Seputar Pemalang.
trackback
PEMALANG- Tidak sembarang limbah berakhir di pembuangan sampah. Di tangan dua siswa SMAN 1 Pemalang yakni Bakti Satria Adhityatama dan Madina Paramita Effendi, limbah nanas yang selama ini terbuang percuma, ternyata bisa diproses menjadi bioetanol. Bahkan berkat penelitiannya tersebut, kini dua orang siswa yang berhasil menggondol medali emas dalam lomba penelitian Indonesian Science Project Olimpiade, dan akan mewakili Indonesia dalam even serupa tingkat Internasional pada bulan Mei mendatang di Georgia.
”Dasar pemikiran karena Pemalang penghasil nanas dengan luas lahan mencapai 450 hektar, dengan produksi mencapai 12 ton/ha/tahun. Sehingga jika nantinya di Pemalang dibangun pabrik sirup maka akan banyak limbah nanas yang dihasilkan. Dari pada terbuang percuma, limbah tersebut dapat diolah menjadi barang yang berguna yakni bioetanol,” kata kedua siswa didampingi Kepala SMAN 1 Pemalang Dra Rishi Mardiningsih dan kedua guru pembimbing mereka Prihantono SPd dan Drs Supalal, Senin (8/3).

Hanya dalam tempo empat bulan untuk mengadakan serangkaian uji coba di laboratorium sekolah, akhirnya kedua siswa tersebut berhasil memproses limbah nanas menjadi bioetanol dengan dosis Rhizopus sp dan waktu fermentasi yang berbeda. Dengan proses peragian selama 14 hari akhirnya limbah nanas dapat menghasilkan bioetanol sebanyak 4 persen dengan Rhizopus sp 3 gram, pemilihan Rhizopus sp sebagai bahan pengurai juga didasari pemikiran bahwa di Pemalang banyak industri tempe sehingga untuk mencari bahan ini tidak ada kesulitan.
Prestasi
Kepala SMAN 1 Pemalang Dra Rishi Mardiningsih menyambut gembira prestasi siswanya, terlebih lagi sebenarnya keberangkatan mereka semula hanya untuk berpartisipasi, namun justru dapat pulang membawa prestasi. Namun hal tersebut sudah sejalan dengan grand design untuk menjadikan sekolah-sekolah rintisan internasional sebagai pilot project lembaga penelitian bagi para siswa, sehingga ke depan lulusan yang dihasilkan selain akan melanjutkan juga sudah dipersiapkan menjadi teknokrat, scientis dan birokrat.

”Tentunya untuk mewujudkan hal tersebut butuh dukungan semua pihak, tidaknya hanya dari pihak sekolah maupun orang tua siswa, tetapi juga perlu dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat. Apalagi untuk even tingkat internasional di luar negeri,” tandasnya.Obo-bg(wawasan digital)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: