jump to navigation

Presiden Janjikan Kredit Khusus April 1, 2010

Posted by Desa Sima in Ekonomi dan Bisnis.
trackback
Kredit untuk Peternak

Tulungagung, Kompas – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjanjikan, mulai tahun depan pemerintah akan mengalokasikan kredit khusus melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk para peternak kambing dan kambing peranakan ettawa.
Bahkan, Presiden Yudhoyono juga berjanji akan mengembangkan kambing hasil peranakan kambing jenis ettawa dari Australia dengan jenis kambing lokal lainnya di seluruh Indonesia.
Janji Presiden Yudhoyono disampaikan saat menjawab pertanyaan para peternak kambing peranakan ettawa (PE) di halaman peternakan milik Koperasi Sangkler, Desa Karangsono, Kecamatan Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (31/3).
Acara itu dihadiri Menteri Pertanian Suswono dan sembilan menteri lainnya yang ikut dalam kunjungan kerja Presiden selama empat hari di Jatim sejak Senin lalu.
Dalam dialog tersebut, lima peternak mengaku kesulitan mendapatkan pendanaan dari perbankan mengingat kredit khusus bagi peternak kambing belum ada.
Para peternak meminta Presiden memberikan kemudahan dalam mendapatkan kredit untuk peternak kambing, selain juga minta bantuan modal dan hibah pemerintah.
”Pemerintah akan memasukkan ke APBN, tetapi baru tahun depan, yaitu di APBN 2011 mendatang,” kata Presiden.
Menurut Presiden, setelah program revitalisasi pertanian lima tahun lalu, beberapa jenis komoditas diakui sudah swasembada, di antaranya beras, jagung, dan sebagian gula.
”Daging sapi dan kedelai belum cukup. Kita ingin bukan hanya daging sapi yang akan kita galakkan, tetapi juga daging kambing dan unggas. Jadi, kita tidak hanya menunggu sampai daging sapi cukup. Akan tetapi, kita harus dorong daging kambing dan unggas bisa berswasembada agar asupan gizi bangsa kita terpenuhi sendiri,” kata Presiden.
”Kami akan membicarakan dan merumuskannya dalam sebuah kebijakan nasional sehingga pengembangan kambing dan kambing ettawa ini bisa terus berkembang pesat di daerah lain,” papar Presiden lagi.
Jumlah populasi kambing di Tulungagung tercatat sebanyak 118.875 ekor. Dari jumlah itu, sebanyak 30.156 ekor di antaranya adalah kambing PE. Kambing ini tergolong kambing potong dan kambing perah. Seekor kambing PE terbaik bisa dijual sampai dengan harga Rp 650 juta per ekor.
Mentan berikan tiga opsi
Sementara itu, Suswono memberikan tiga opsi cara pendanaan yang bisa diperoleh para peternak kambing dan kambing PE di Jatim untuk bisa dikembangkan lagi populasinya.
Tiga opsi itu adalah lewat kredit ketahanan pangan (KKP), kredit usaha rakyat (KUR), dan program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan.
”Kami memang memiliki skim penyaluran kredit kepada para petani dan tentunya peternak, di antaranya lewat KKP yang bunganya 6 persen,” kata Suswono. Selain itu, tambah Mentan, pemerintah juga menyiapkan KUR di bawah Rp 5 juta tanpa jaminan. (har)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: