jump to navigation

Kualitas Gabah Turun April 15, 2010

Posted by Desa Sima in Ekonomi dan Bisnis, Pertanian.
trackback
Harga Beras di Jawa Jatuh, tetapi di Kalsel dan Maluku Naik
Surabaya, Kompas – Rendahnya kualitas gabah akibat cuaca ekstrem membuat harga jual gabah di sejumlah daerah, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Barat, terus merosot hingga ke level Rp 2.200 per kilogram, di bawah harga pembelian pemerintah Rp 2.640 per kg.
Namun, harga beras di Kalimantan Selatan (Kalsel) naik di sejumlah pasar, bahkan di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, harga beras melambung hingga Rp 12.000 per kilogram akibat kelangkaan beras. Sejumlah warga Tual yang tidak mampu membeli beras terpaksa makan singkong atau sagu.

Perum Bulog Divisi Regional Jawa Barat (Jabar), Rabu (14/4), menyatakan berkomitmen mengirim satuan tugas pembelian gabah/beras ke sentra pertanian yang harga gabahnya anjlok dengan standar pembelian kadar air maksimal gabah panen 25 persen dan kadar hampa/kotoran 10 persen.

Kepala Perum Bulog Divisi Regional Jatim Agusdin Fariedh menyatakan, buruknya kualitas beras mengakibatkan serapan oleh Bulog Jatim baru mencapai 179.800 ton atau 44 persen dari penyerapan tahun lalu pada periode yang sama. Bulog Jatim hanya akan menyerap beras dengan kualitas kadar air maksimal 14 persen, butir patah 20 persen, dan derajat sosoh minimal 95 persen.

Adapun di Daerah Istimewa Yogyakarta, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul membantu dengan membeli gabah sesuai harga pembelian pemerintah. Sudah 30 ton gabah dibeli Pemkab Bantul. Gabah disimpan di gudang dan akan dijual setelah harga membaik.

Bupati Bantul Idham Samawi meminta pengelola sistem resi gudang tak terlalu ketat mengatur gabah petani yang layak masuk. ”Berapapun angka kadar airnya, sebaikya tetap diterima,” kata Idham. Menurut petani Bantul dan Kulonprogo, rendahnya kualitas gabah mereka karena tanaman padi umumnya roboh akibat terpaan angin kencang dan hujan deras. Sementara di Karawang, dan Purwakarta, Jabar, petani terpaksa menjual gabah mereka Rp 2.200-Rp 2.600 per kg.

Di Pasar Lama, Banjarmasin, Kalsel, harga beras jenis karangdukuh dijual Rp 6.500 per kg, dari semula Rp 4.500 pada dua pekan lalu. Beras siam unus naik dari Rp 5.000 per kg menjadi Rp 7.000-Rp 7.500 per kg. Meskipun demikian, harga beras asal Jawa stabil antara Rp 5.000 dan Rp 5.500 per kg. Kenaikan harga beras lokal di Kalsel karena saat ini belum musim panen. Di sisi lain, permintaan beras lokal besar.

(ENY/ARA/HAN/APA/GRE/MKN/ITA/WER/ABK/SIR)

Sumber: http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/04/15/02595921/kualitas.gabah.turun

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: