jump to navigation

>…dan Gunung Slamet-pun Ikut Terbangun November 1, 2010

Posted by Desa Sima in Nusantara.
trackback

>

Bencana meletusnya gunung Merapi tetap saja membuat berbagai kalangan tergagap. Walaupun antisipasi dan prediksi telah dilakukan berbagai pihak akan terjadinya musibah ini. Bahkan, sang juru kunci, mbah Maridjan, ikut menjadi korban dari keganasan “wedhus gembel” yang meluncur dari puncak Merapi dengan kecepatan lebih dari 300 km/jam.
Kini, bencana itu masih menyisakan trauma bagi masyarakat yang bermukim disekitar Merapi. Meskipun erupsi telah terjadi pada Selasa (26/10) lalu, namun status Merapi tetap pada level awas. Sampai dengan hari ini pun, letusan kecil dan luncuran awan panas masih terjadi. Ini yang mengakibatkan berbagai pihak masih terus memantau dan mewaspadai aktivitas Merapi. Karena, diperkirakan akan ada letusan lagi, entah kapan itu terjadi?

Berkaitan dengan bencana Merapi, masyarakat yang tinggal di sekitar gunung-gunung berapi aktif, yang tersebar diberbagai wilayah di Indonesia pun dihimbau untuk mulai waspada. Berdasarkan informasi dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Geologi Kementerian ESDM, setidaknya ada delapan gunung api yang berada dalam status waspada. Salah satunya adalah gunung Slamet di Jawa Tengah. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi masih menetapkan status waspada terhadap aktivitas Gunung Slamet. 
Kepala Pos Pengamatan Gunung Slamet di Gambuhan, Kabupaten Pemalang, Sukedi mengatakan bahwa penurunan status terhadap gunung api yang baru mengalami peningkatan itu akan berlangsung lama.

Menurut dia, pihaknya akan terus memantau perkembangan Gunung Slamet dari beberapa parameter sebelum memutuskan menurunkan status dari waspada menjadi aktif normal.

“Namun untuk saat ini kondisi Gunung Slamet relatif aman, tidak ada pengaruh dari Gunung Merapi,” katanya.

Kendati demikian, dia mengakui ada sedikit kendala dalam pengamatan terhadap Gunung Slamet akibat pengaruh cuaca ekstrem.

Menurut dia, hujan yang turun tiap hari mengganggu aktivitas pengamatan visual.

“Tapi kalau pagi hari masih bisa dilakukan pengamatan visual,” katanya.

PVMBG menetapkan status waspada terhadap Gunung Slamet yang berada di Kabupaten Pemalang, Purbalingga, Banyumas, Brebes, dan Tegal sejak 29 Juni 2009.

function open_win() { window.open(“http://202.158.38.162/cetak.php?tipe=1&id=217291&url=/umum/sosial/1id217291.html”,”_blank”,”toolbar=no, location=no, directories=no, status=no, menubar=no, scrollbars=yes, resizable=no, copyhistory=yes, width=400, height=400″); } function open_win_kirim() { window.open(“http://202.158.38.162/kirim.php?tipe=1&id=217291&url=/umum/sosial/1id217291.html”,”_blank”,”toolbar=no, location=no, directories=no, status=no, menubar=no, scrollbars=yes, resizable=no, copyhistory=yes, width=400, height=400″); } Selain Gunung Slamet, ada 7 gunung lainnya yaitu, Gunung Sinabung di Karo, Sumatera Utara, Gunung Talang di Solok, Sumatera Barat, Gunung Anak Krakatau di Lampung. Gunung Papandayan di Garut, kelima, keenam, Gunung Dieng di Wonosobo
Sisanya Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur dan Gunung Bromo di Probolinggo, Jawa Timur. 

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: