jump to navigation

Impor Bawang Merah Sakiti Petani Februari 7, 2012

Posted by Desa Sima in Ekonomi dan Bisnis.
Tags: ,
trackback
Bawang merah (Antarafoto)
Jakarta – Anggota DPR RI asal daerah pemilihan IX Jawa Tengah, Dewi Aryani, menilai alasan pemerintah mengimpor bawang merah sebagai bibit tak beralasan sama sekali, dan menyakiti petani.
“Pernyataan pemerintah di berbagai media yang menyatakan bahwa bibit bawang merah didatangkan dari luar negeri, amat menyakitkan segenap penggiat pertanian,” kata Dewi di Jakarta, Minggu (5/2).
Menurutnya, sumber daya manusia dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, para ahli, pakar pertanian baik terkait lahan maupun peneliti tanaman unggulan sangat bisa diandalkan untuk mendapatkan bibit bawang merah.
“Tinggal bagaimana pemerintah baik pusat maupun daerah bersinergi memberdayakannya,” ujar politisi PDIP itu.
Lebih lanjut Dewi menyatakan, fenomena dan berbagai kebijakan pemerintah di beberapa sektor makin tak berpihak pada rakyat.
“Kebijakan penting bidang pertanian diantaranya mengenai impor bawang merah harus dicabut dan diganti dengan kebijakan subsidi petani rempah dan bumbu nasional. Subsidi bisa berupa alokasi dana untuk penyediaan pupuk, bibit unggulan hasil riset LIPI, revitalisasi lahan, termasuk kebijakan proteksi terhadap kompetisi impor produk serupa dari luar Indonesia,” kata anggota Komisi VII DPR RI itu.
Ia meminta kepada pemerintah untuk melibatkan pihak-pihak terkait, utamanya petani sebelum membuat kebijakan.
“Kita buka saja sistem dan mekanisme pembuatan kebijakan apakah sudah melibatkan juga petani selaku pemangku kepentingan. Dan apakah kebijakan ini membawa dampak dan manfaat mensejahterakan rakyat? Jika hasil kajian menunjukkan kebijakan malah membuat rakyat sengsara maka Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan harus segera mencabut izin impor bahan-bahan bumbu nasional terutama bawang merah,” ungkap Dewi.
Ia menambhakan, sinergi dalam membuat kebijakan perlu dilakukan segera oleh Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan.
“Saya atas nama rakyat Brebes menantang pemerintah untuk melakukan debat terbuka dan ilmiah soal bawang merah. Mari kita bedah terbuka semua secara transparan soal kebijakan pertanian sektor ini terutama bawang merah,” pungkas calon doktor UI ini.(Ant/Elf)

Komentar»

1. rumput dan ilalang - Februari 7, 2012

katanya negara agraris tapi ko bawang impor ya?

2. Desa Sima - Februari 8, 2012

Yoi bro…Beras Impor, Garam Impor, Buah Impor, semuanya impor yang gak impor cuma korupsi kayaknya…hehehhe..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: