jump to navigation

Fenomena Facebook dan Sikap Kritis Masyarakat Sima April 16, 2012

Posted by Desa Sima in Kabar Sima.
Tags: , ,
trackback
SIMA – Ada pembahasan cukup menarik dikeluarkan penn-olson.com yang hampir mendekati alasan kenapa facebook populer di Indonesia. Situs ini juga mengambil kesimpulan berdasarkan diskusi di forum diskusi yang ada di dunia maya. Situs ini memberi tiga alasan tersebut. Alasan pertama adalah Budaya. “Indonesia is Facebook in real life. Indonesian culture is based on sharing, communication and solidarity,” kata seseorang di forum diskusi tersebut.
Hal ini tidaklah berlebihan, sebab Facebook sesungguhnya sudah ada dalam kehidupan nyata masyarakat Indonesia. Seperti yang diutarakan dalam diskusi tadi, budaya Indonesia berakar dari sharing dan connecting, yakni saling berbagi dan berhubungan. Berbagi disini bisa dimaksudkan berbagi kabar berita dan informasi. Sehari tidak mendengar kabar dari teman, saudara, kerabat, rekan kerja bahkan boss sekalipun, seperti ada yang tidak lengkap dalam menjalani hari.
Budaya sharing dan connecting tersebut dalam dunia nyata ternyata lebih dahulu diterapkan dalam budaya Indonesia di mana orang Indonesia suka saling mengujungi, saling berbagi dan berbagai macam bentuk silaturahmi lainnya. Dengan adanya Facebook bentuk-bentuk silaturahmi tersebut berubah  menjadi saling menyapa, berkomentar, dan saling mendoakan secara real time. Bahkan gara-gara ber-Faceboo-kan, banyak orang yang kembali menjalin silaturahmi yang telah lama terputus karena jarak atau kehilangan kontak telepon. Atau kemudian melakukan reunian, temu kangen hingga berkumpul kembali di sebuah tempat yang dulu dijadikan ajang kumpul bareng.
Nah, karena itu bisa jadi Facebook begitu popular di Indonesia karena telah membantu masyarakat Indonesia untuk menemukan budayanya dengan cara yang lain. Apalagi Facebook sudah menyediakan layanan dalam Bahasa Indonesia hingga memudahkan pengguna dari Indonesia untuk menggunakannya tanpa terbentur bahasa yang berbeda. Bisa jadi, suatu saat akan ada Facebook dalam bahasa dari suku besar di Indonesia seperti Jawa, Bugis dan lainnya.
Politik Tingkat Desa
Berkaca pada berbagai peristiwa besar yang terjadi dibeberapa belahan dunia belakangan ini tak lepas dari peran situs jejaring sosial macam facebook dan twitter.
Seperti halnya peristiwa revolusi dibeberapa negara di Afrika dan Timur Tengah, mulai dari gejolak politik di Tunisia, Mesir, Libya dan yang masih terus bergolak di Suriah.
Agaknya peranan situs jejaring sosial mampu menjadi sarana penyaluran aspirasi yang selama ini tersumbat. Di situs jejaring sosial, siapapun boleh berkomentar, tentunya dalam batasan norma dan etika yang berlaku.
Ini juga yang terjadi di Desa Sima beberapa hari belakangan ini, di grup page facebook Desa Sima ramai membicarakan Bakal Calon Pemipin Desa yang pantas memimpin Sima.
Komentarnya pun beragam dari yang sekedar menginginkan perubahan menyeluruh disetiap sektor kehidupan di Desa Sima, ada pula yang menginginkan pergantian pemimpin yang benar-benar baru. Sikap kritis ini perlu diapreasiasi, karena ini merupakan salah satu bentuk kepedulian mereka akan perubahan dan kemajuan Desa Sima di masa yang akan datang.
Ada yang sangat keras, ada yang mengedepankan etika, tak jarang ada yang menyelingi dengan guyonan khas Sima yang membuat para pengunjung ketawa, tapi tentunya masih ada dalam batas kewajaran.
Tapi apapun itu tidaklah penting, yang terpenting adalah masyarakat desa sebagai salah satu bagian terkecil dari sistem perpolitikan nasional mampu memberikan warna baru dalam demokrasi di Indonesia
Setidaknya melalui jejaring sosial masyarakat awam dalam hal ini warga desa Sima bisa belajar berwacana dan pentingnya berdiskusi, bermusyawarah dan bermufakat untuk memecahkan suatu persoalan.
Jadi, Selamat berdiskusi, Tetap jaga persatuan dan persatuan untuk SIMA YANG LEBIH BAIK!!!

Contoh komentator di grup page Facebook Desa Sima

Kanggo sedulur kabeh.. Nyuwun infone, warga sing cocok lan mampu dadi lurah sima.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: