jump to navigation

Kembangkan Pasar Desa Modern untuk Tandingi Minimarket September 19, 2012

Posted by Desa Sima in Ekonomi dan Bisnis.
Tags: , , ,
trackback

SimarayaDi tengah geger aturan minimarket yang mengakali pemerintah dengan mengantongi izin restoran, nasib pasar tradisional makin merana. Meski telah banyak batasan-batasan mengenai pendirian toko ritel modern, tapi tampaknya diberbagai pelosok tanah air denyut nadi pasar tradisonal semakin lemah.


Wajar bila masyarakat makin enggan mampir ke pasar yang sebenarnya sudah ada sejak zaman penjajahan, lebih memilih ke pasar retail modern yang bersih dan menarik. Pasalnya, makin banyak pasar tradisonal yang rusak, kotor, kumuh dan potensi yang kecil diperbaiki oleh pemerintah sebagai pengelola. 

Untuk menghambat laju retail modern, beberapa waktu yang lalu, Persatuan Rakyat Desa (Parade) Nusantara, lembaga perdesaan, membangun pasar desa nusantara (Pasadena) untuk memajukan perekonomian desa di Indonesia.

Pasadena merupakan outlet atau toko penjualan barang kebutuhan pokok dan produk industri pertanian yang dibutuhkan masyarakat desa.

Ketua Dewan Presidium Dewan Pimpinan Nasional Parade Nusantara Sudir Santoso mengatakan ide awal mendirikan Pasadena ini untuk menahan arus kapitalisasi yang masuk ke desa melalui minimarket waralaba modern.

“Kami telah melakukan penelitian terkait hal tersebut dan hasilnya menunjukkan bahwa ketika muncul minimarket modern itu, pasar atau toko desa di sekelilingnya cenderung melemah,tidak bisa bersaing. Oleh karena itu, kami ingin menyelamatkannya,” katanya seperti dilansir Harian Bisnis Indonesia saat peresmian outlet Pasadena pertama di Indonesia yang terletak di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat.

 

Sudir Santoso menjelaskan Pasadena ini berfungi sebagai agen distributor dan juga dapat menjual secara retail barang-barang yang dibutuhkan warga desa.

Nantinya, masyarakat di pedesaan baik secara perorangan atau kelompok dapat bekerja sama dengan Pasadena membuka warung di setiap rumah masing-masing.

“Jika di setiap kecamatan terdapat 15-20 desa, kami ingin Pasadena berdiri di setiap kecamatan itu dan memasok untuk warung-warung di desa-desanya,” katanya.

Dia menjelaskan Pasadena ini memberikan keuntungan bagi pertumbuhan suatu desa pkarena mayoritas sahamnya akan dimiliki oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Berbeda dengan waralaba modern yang sahamnnya 100% milik perorangan,” katanya.

Pada 2014 mendatang, Parade Nusantara menargetkan dapat membangun Pasadena di 6.800 kecamatan yang terletak di empat provinsi, yaitu Jabar-Banten, Jatim, Jateng, dan DIY.

Tahun ini, setelah terdapat di Jabar, Pasadena akan membuka sebanyak 50 outlet yang tersebar di Jawa Tengah.

Untuk merealisasikan program ini, Parade Nusantara juga menggandeng PT Komunika Era Mandiri untuk menangani pengelolaan dan jaringan infrastruktur Pasadena.

Direktur PT Komunika Era Mandiri, Budi Muharsyah, mengatakan pihaknya sudah memilki sistem pengelolaan yang terintegrasi untuk menunjang distribusi barang-barang Pasadena.(Bis/Elf)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: