jump to navigation

Bulog Diizinkan Impor Beras Lagi Desember 21, 2012

Posted by Desa Sima in Ekonomi dan Bisnis.
Tags: , ,
trackback

pertaniansehat.com

Jakarta (Simaraya Blog) – Kebutuhan beras nasional yang terus melonjak dari tahun ke tahun membuat pemerintah harus berpikir keras untuk mencukupinya. Salah satunya dengan dibukanya kembali kran impor beras dari negara tetangga seperti Vietnam, Thailand atau India.

Beberapa waktu lalu pemerintah melalui Kementerian Perdagangan memberikan izin kepada Bulog untuk mengimpor beras sebanyak maksimal 1 juta ton hingga Desember 2012 yang bertujuan untuk mengamankan cadangan beras nasional.

Namun, dari maksimal jumlah 1 juta ton itu, Bulog telah mengisyaratkan hanya akan melakukan impor 700 ribu ton guna mengamankan stok 2 juta ton beras pada akhir tahun, yang salah satunya melalui tender pembelian beras asal India sebanyak 100 –150 ribu ton.

“Kalau produksi dalam negeri cukup, kita tidak mungkin impor. Beras impor itu sifatnya untuk stok, demi menjaga jangan sampai ada ketidakstabilan pasokan dan distribusi,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Deddy Saleh seperti dilansir Antara.

Deddy mengatakan arah kebijakan impor beras yang dijalankan pemerintah ini sangat mengutamakan produksi beras dalam negeri, sehingga pemerintah berupaya semaksimal mungkin mengefisienkan impor beras.

“Yang paling dekat adalah impor beras dari Vietnam sekitar 300 ribu ton, kontraknya sudah ditandatangani Bulog dan eksportir beras di Vietnam,” katanya.

Tetapi Deddy menyebutkan bahwa pihak Kemendag belum mendapatkan laporan resmi terkait rencana itu.

Sebelumnya Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) meyakini pemerintah akan terus melakukan impor beras hingga 2014 mendatang karena hingga saat ini Bulog masih mengalami kesulitan melakukan serapan beras nasional.

Peningkatan produksi padi di Indonesia mengalami akselerasi hanya pada 1980-an, dengan laju pertumbuhan produksi padi rata-rata meningkat dari 1,1 persen per tahun pada periode 1970–1979 menjadi 5,32 persen per tahun pada periode 1980–1989.

Namun pada periode 1990-1999, produksi beras tercatat terus mengalami penurunan rata-rata menjadi 1,29 persen per tahun dan 0,71 persen per tahun pada periode 2000-2011 sehingga target yang dicanangkan pemerintah untuk mencapai 10 juta ton cadangan beras nasional diperkirakan sulit tercapai.(ANT)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: